Pilihan Sadar

Seseorang yg mengaku dewasa harus bisa mengambil keputusan sadar. Artinya, dia sadar atas segala konsekuensi dari apa yg diputuskan. Konsekuensi baik dan konsekuensi trburuk. Jika rencana tidak berjalan lancar dan masalah terjadi, tidak pantas jika seseorang itu mengeluh, apalagi menyalahkan. Mungkin akan lebih baik jika memfokuskan pikiran pada jalan keluar dari masalah itu.
Bagaimanapun, tidak semua orang berpikiran seperti ini.
Suatu hari, saya mengajak seorang sahabat untuk mengadiri suatu acara dan dia setuju. Karena dia datang trlambat, kami pun ketinggalan kereta dan harus membeli tiket untuk jam berikutnya. Sampai di tujuan, kami trlambat, kami makan siang dan cepat2 meninggalkan tempat itu karena dia pikir acaranya tidak menarik. Memang saat itu acaranya sedang tidak menarik. Sampai di stasiun, kami kehabisan  tiket dan harus naik taksi ke terminal dengan argo yg sangat mahal. Naik bis di weekend yg macet dan sampai rumah tengah malam. Menghabiskan banyak uang n tenaga untuk acara yg hanya sebentar. Buatku itu petualangan. Buat sahabatku itu hal yg tidak menyenangkan. Dia mulai mengeluh sejak sampai k tempat acara dan setelahnya. Aku merasa terpojok dan tidak nyaman. Aku pikir semua keputusan sudah kami bicarakan, jadi seharusnya tidak ada keluhan. Aku hanya berpikir, trnyata keputusan itu bukan pilihan sadarnya. Selanjutnya, aku ragu mengajak dia untuk mengikuti acara2 lagi.

Semoga catatan ini mengingatkan para pembaca untuk selalu mengambil keputusan secara sadar.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s